Install theme
at Kebon Raya Eka Karya Bedugul

at Kebon Raya Eka Karya Bedugul

See more
Posted at 5:39 PM 29 September 2014
#handbouquet #flower #rose #red #MrandMrsRusly #wedding #groom #bride #love #inspire  (at Gedung Patrajasa)

#handbouquet #flower #rose #red #MrandMrsRusly #wedding #groom #bride #love #inspire (at Gedung Patrajasa)

See more
Posted at 6:20 PM 27 September 2014
#MrandMrsRusly #wedding #bride #groom #happywedding #love  (at Gedung Patrajasa)

#MrandMrsRusly #wedding #bride #groom #happywedding #love (at Gedung Patrajasa)

See more
Posted at 5:44 PM 27 September 2014
You know when you have found your prince because you not only have a smile on your face, but in your heart as well. #wedding #quote #bride #groom #MrandMrsRusly #beautiful #pretty #love #lovely  (at Grand Whiz Hotel, Kelapa Gading)

You know when you have found your prince because you not only have a smile on your face, but in your heart as well. #wedding #quote #bride #groom #MrandMrsRusly #beautiful #pretty #love #lovely (at Grand Whiz Hotel, Kelapa Gading)

See more
This post has 1 note
Posted at 10:58 PM 26 September 2014
Love is like the wind, you can’t see it but you can feel it. - Nicholas Sparks #love #bride #groom #wedding #detail #instapic #pretty #beautiful #lovely #MrandMrsRusly  (at Grand Whiz Hotel, Kelapa Gading)

Love is like the wind, you can’t see it but you can feel it. - Nicholas Sparks #love #bride #groom #wedding #detail #instapic #pretty #beautiful #lovely #MrandMrsRusly (at Grand Whiz Hotel, Kelapa Gading)

See more
This post has 1 note
Posted at 10:48 PM 26 September 2014
I thank you God for this most amazing day, for the blue dream of sky and for everything which is natural, which is infinite, which is yes.

Have a great day! :D And a wonderful weekend! ;) with Widya at Menara Batavia – View on Path.

I thank you God for this most amazing day, for the blue dream of sky and for everything which is natural, which is infinite, which is yes.

Have a great day! :D And a wonderful weekend! ;) with Widya at Menara Batavia – View on Path.

See more
Posted at 1:48 PM 26 September 2014

Thought via Path

Hi, Fai
Apa Kabar?

Apa kamu masih terjebak dalam dilema lebih baik tidak menikah daripada menikah tanpa cinta?
Walaupun kamu ngerasa nyaman banget dengan seseorang, bersamaan dengan itu kamu juga meragukan kadar cinta yang kamu miliki?

Kenapa, Fai?
Kenapa kamu bisa memiliki perasaan nyaman tanpa mampu menumbuhkan cinta?

Fai,
Kenapa kamu nggak pernah mau bercermin dari aku?
Aku adalah contoh hidup dari dilema yang sedang kamu hadapi.

Berbeda dengan kamu, saat memutuskan pacaran aku hanya bermodalkan rasa suka.
Kemudian, aku memutuskan menikah dengan logika.

Kamu tahu itu, Fai?
Tapi, apa kamu tahu kalau perasaan nyaman yang aku rasakanlah yang menjadi salah satu hal logis yang menurutku perlu aku pertimbangkan.

Kenapa?
Nggak tau, Fai.
Tapi, saat itu, aku berpikir bahwa cinta yang menggebu-gebu bisa membutakan.
Tapi perasaan nyaman adalah pupuk cinta itu sendiri.

Tapi…
Semakin dekat dengan hari pernikahan, aku malah semakin mendengar orang melontarkan ucapan seperti ini: “Emang enak kawin?” atau “Nikmati masa bulan madu kamu nanti karena setelah itu… Welcome to the hell. Apalagi kalau kamu langsung hamil.”
Dan yang paling seram adalah pernyataan Mbak Ani yang bilang, ” Gue menjalani pernikahan gue, bukan menikmatinya.”

Menjalani, Fai.
Seolah-olah, pernikahan hanya memberikan dua pilihan bagi kita: bercerai atau terpaksa menjalaninya.
Apalagi kalau keburu punya anak.

Fai,
Waktu itu, aku takut banget.
Aku pikir, ngapain terikat dalam sebuah hubungan seumur hidup kalau kita nggak bisa menikmatinya?
Menurutku, itu adalah bentuk lain dari bunuh diri.

Tapi, beberapa orang bilang, “That’s life, Dear.”
Yup, Fai, that’s life.
Dan, aku mau enjoying my life.

Apa itu mungkin terjadi dalam pernikahan, Fai?
Atau, pertanyaan yang lebih tepat adalah, apakah pernikahan bisa dijadikan sebagai media untuk menemukan kebahagiaan?

Mungkin.
Kalau nggak, kenapa hampir seluruh penduduk bumi kawin?
Atau, sebenarnya, manusia sebegitu bodohnya hingga dengan sadar membiarkan dirinya masuk ke dalam perangkap yang sejak zaman nenek moyang telah diketahui sebagai penjara hidup. Apalagi, untuk kaumku, Fai.
Perempuan.

Hmmm…
Kayaknya, aku tahu apa yang timbul di dalam kepala kamu saat membaca dua paragraf terakhir dari tulisanku di atas. Sebuah pertanyaan. Kenapa aku tetap memutuskan menikah?

Jawabannya simpel, Fai.
Karena aku nggak punya nyali untuk membatalkan sebuah rencana yang melibatkan semua orang yang berkuasa mengeluarkan aku dari daftar silsilah keluarga dengan alasan: TELAH MENCORENG NAMA BAIK KELUARGA.

Well, runway bride cuma bisa terjadi di Amerika, kan, Fai?

Jadi…
Kalau rasa nyaman, bibit, bebet, dan bobot adalah pertimbangan logis pada awalnya, kesadaran akan efek dari tindakan membatalkan pernikahan menjadi pertimbangan logis berikutnya.

So,
here I am, Fai.
Dengan sadar, aku telah mengubah status diriku di KTP dari lajang menjadi kawin.

Dan, aku mulai menyiapkan diriku untuk masuk ke dalam fase paling membosankan ke dalam hidupku, Fai. Menjadi seorang istri.

Seperti nasihat Mbak Ami, aku pun berusaha meyakini diriku untuk menjalaninya.
Bahkan menikmatinya. “Nggak usah muluk-muluk,” begitu saran Mbak Ami.
“Udah bagus nggak cerai atau jadi korban kekerasan dalam rumah tangga.”

Anyway,
Aku menikah berdasarkan logika, kan?

Tapi ternyata, dalam perjalanannya, aku menemukan sesuatu yang menakjubkan telah terjadi, Fai.
Bahwa :

I’m in love with my husband…
Saat menyadari kalau beberapa kali dia telah ngebiarin aku tetap tidur saat dia sudah bangun pagi.
Dia cuci muka, terus bikinin aku teh hangat.

I’m in love with my husband…
Saat aku lagi masak dan tanpa bertanya dia langsung mengambil beras, mencucinya, dan masak di rice cooker

I’m in love with my husband…
Saat aku nggak bisa masak tetap ngotot nyoba masak buat dia. Aku mencoba masakan dengan bahan instan, seperti sosis, chicken nugget, daging asap, kentang goreng, mi instan, bahkan sop asparagus, yang tinggal dicemplung di air mendidih. Kemudian, dia komentar, “Aku senang makan kenyang, tapi istriku nggak usah capek. Ternyata orang bule memang pintar, ya. Mereka nyiptain masakan siap saji dan siap diangetin doang. Soalnya, aku butuh istri bukan cuma buat masak doang.”

I’m in love with my husband…
Saat pagi sebelum berangkat kerja dia bilang, “Biar aku yang nyuci jeans dan semua pakaian yang berat. Kamu nyuci yang ringan-ringan saja, ya.”

I’m in love with my husband…
Karena setiap akhir bulan dia transfer semua gajinya ke rekeningku dan bilang, “Aku tuh boros banget. Makanya kamu yang ngatur keuangan kita, ya.” Dan saat aku tunjukin jumlah uang tabungan di bank, dia langsung tertegun dan bertanya, “Kamu nabung sebanyak ini?” Raut mukanya terlihat sedih saat dia bilang, “Kamu boleh kok, belanja, beli baju atau melakukan sesuatu. Jangan hanya dipakai buat kebutuhan sehari-hari dan sisanya ditabung. Aku, kan, senang kalau bisa ngebeliin kamu barang-barang yang kamu suka.”

I’m in love with my husband…
Saat dia ngajak aku beli ponsel baru, tapi aku tolak dengan alasan baru membeli laptop dan itu berarti tabungan berkurang. Terus dia bilang, ” Aku sedih nggak bisa beliin istriku ponsel baru yang mahal.”

I’m in love with my husband…
Saat beberapa orang pria di dekat rumah sempat gangguin aku, reaksi dia adalah mencari orang keamanan kompleks dan bilang, ” Gue nggak mau ada siapa pun yang ganggu istri gue. Kalo elo nggak bisa nyelesain ini dengan cara lo, gue akan menyelesaikan ini dengan cara gue.”

I’m in love with my husband…
Saat aku melihat hasil test pack-ku yang kesejuta kalinya dan berkata ” Aku gagal hamil lagi.” Dia ketawa sambil ngejitak kepalaku. Kemudian bilang, ” Kita coba buat anak lagi yuk?”

I’m in love with my husband… and I want continue in love with him in many ways.

Fai,
Rasa nyaman itu sudah berubah menjadi rasa cinta!
Padahal suamiku nggak pernah ngasih candlelight dinner
atau ngasih aku bunga.
atau ngasih aku puisi cinta.
atau ngasih aku kartu Valentine yang romantis.
atau ngasih aku berlian.
atau ngasih aku surprise dengan ngajak nonton opera.

Dia cuma bikinin aku teh, nyuci celana jeans, nyuci beras, atau percayain uangnya ke aku.

Tapi, kata Mbak Ami, “Jelas aja. Elo kan, baru kawin dua tahun. Coba deh, kalo udah kawin selama lima tahun. Gue pengen denger lomentar lo.”

Fai,
Masa sih, suamiku nggak mau nyuci jeans setelah lima tahun?
Masa sih, suamiku nggak mau nyuci beras selama lima tahun?
Masa sih, suamiku nggak mau percayain uangnya ke aku lagi setelah lima tahun?
Atau
Masa sih, aku nggak bisa menghargai hal-hal kecil yang dia lakukan setelah lima tahun?

Marriages maybe made in heaven, but a lot of the details have to be worked out here on earth.

Dan, di Bumi,
segalanya adalah sesuatu yang nyata, Fai.
Bahkan, cinta.
Seperti dialog Meryl Streep dalam salah satu adegan film Prime, “Love is work.”

Perlu sebuah usaha untuk mencintai.
Perlu sebuah usaha untuk merasa jatuh cinta.
Perlu sebuah usaha untuk dicintai.
Tapi menurutku, yang paling penting adalah, perlu sebuah usaha untuk bisa menghargai.

So, apa sih, cinta?
Kamu bisa mengartikan cinta dengan apa saja, Fai.
Tapi, satu yang harus kamu sadari, cinta bisa datang dari hal yang sangat sederhana.

Bagiku, cinta adalah… When your man look at you as a person. Not a partner, not a wife, not a mother of his child, not even a woman. But a person.

Kalau kita melihat seseorang sebagai “seseorang”, itu berarti kita akan memberi penghargaan akan segala perbedaan yang ada diantara diri kita dan dirinya.

Fai,
Aku menikah tanpa cinta.
Tapi, dalam perjalanannya, suamiku telah berhasil membuatku jatuh cinta karena aku merasa dicintai.
Karena aku merasa dibiarkan menjadi diriku yang berbeda dengan dirinya.
Karena aku merasa dia menghargai, bahkan untuk sekobokan beras yang kucuci untuknya.

Fai,
Apakah aku nggak bisa membuat suamiku jatuh cinta denganku karena dia merasa dicintai?
Karena dia merasa diberi ruang, bahkan untuk meragukan perasaannya untukku?
Karena aku menghargai dirinya yang merasa nyaman denganku dan hanya merasa nyaman?

Fai,
Mungkin, sekali kamu harus mencoba untuk berhenti melogikakan cinta.
Mungkin, sebaliknya, kamu belajar untuk menikmatinya saja.
Dan, terutama, membiarkannya datang menyapa hatimu.
Seperti yang aku lakukan selama dua tahun ini dalam perjalanan perkawinan kita.

Happy Anniversary, Faizan.


Love,
Adita


————————-


Karena cinta terkadang tidak datang secepat pandangan pertama, tetapi tumbuh dan dipupuk seiring berjalannya waktu.

Untuk kalian, karya Riri Sardjono. :) with Yunie, Ayu, Oky, Natasha, and Chichi – Read on Path.

See more
Posted at 11:13 AM 24 September 2014

Listening to Go Light Your World by Kathy Troccoli

There is a candle in every soul
Some brightly burning, some dark and cold
There is a Spirit who brings fire
Ignites a candle and makes His home

Carry your candle, run to the darkness
Seek out the hopeless, confused and torn
Hold out your candle for all to see it
Take your candle, and go light your world
Take your candle, and go light your world

Frustrated brother, see how he’s tried to
Light his own candle some other way
See now your sister, she’s been robbed and lied to
Still holds a candle without a flame

Carry your candle, run to the darkness
Seek out the lonely, the tired and worn
Hold out your candle for all to see it
Take your candle, and go light your world
Take your candle, and go light your world

We are a family whose hearts are blazing
So let’s raise our candles and light up the sky
Praying to our Father, in the name of Jesus
Make us a beacon in darkest times

Carry your candle, run to the darkness
Seek out the helpless, deceived and poor
Hold out your candle for all to see it
Take your candle, and go light your world
Take your candle, and go light your world – Preview it on Path.

See more
Posted at 10:05 AM 19 September 2014
Believe me, easy to love a beautiful place like Bali. ♥ Thanks to God, we born in here. XD Feel blessed. – View on Path.

Believe me, easy to love a beautiful place like Bali. ♥ Thanks to God, we born in here. XD Feel blessed. – View on Path.

See more
Posted at 5:08 PM 13 September 2014
"Trees are poems that the earth writes upon the sky." - Kahlil Gibran at Kebon Raya Eka Karya Bedugul – View on Path.

"Trees are poems that the earth writes upon the sky." - Kahlil Gibran at Kebon Raya Eka Karya Bedugul – View on Path.

See more
Posted at 5:00 PM 12 September 2014